• SKACI

    Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia

    Bermain adalah hak anak. Membuatnya hebat dan berprestasi adalah kewajiban orangtua. Membimbing anak bermain agar jadi jago IT/Komputer adalah tugas kami

    Buton

  • Fahma-Hania

    Karya-karya Fahma-Hania

    Aplikasi-aplikasi buatan Fahma-Hania


    Buton

  • SiGokil

    Capture beautiful moments, interesting sights, something weird, accidents, crimes, or just yourself and share from your exact position. Sell or find stuff near you, and bid or offer using this app. Track your children, spouse, even your vehicles

    Buton

  • SiGokil Solutions

    Give implementable mobile solutions to accommodate the needs of mobile reporting, mobile surveying, mobile monitoring, mobile tracking, and back-end analyzing, to improve efficiency and effectiveness

    Buton

  • ACI Corporation

    Attentive Creations International is a mobile and web applications developer. We develop perfection in all applications we built. We have been the biggest part of industries solutions.

    Buton

7
Okt21

Kata orangtua dulu membesarkan anak itu ‘gampang-gampang susah’. Gampang, karena anak kecil biasanya lebih mudah untuk diatur, terutama untuk anak yang memiliki perilaku baik.  Tetapi, tidak sedikit orangtua yang merasa susah sehingga kewalahan dalam membesarkan anak sehingga mereka tidak tahu harus bagaimana menghadapi anaknya yang sulit diatur, tidak patuh, tidak peduli dan bahkan sering menyakiti perasaan orangtuanya dengan membentak dan melawan. Orangtua sering bertanya, apa dosa kami?, apa salah kami?, kurang apa dari kami? Orangtua merasa telah memberikan semua kepada anaknya seperti memberikan pakaian yang bagus, uang, mainan, dan makanan. Namun mengapa anak tetap saja tidak mau patuh, sopan, disiplin dan bertanggung jawab?

 

Perlu kita ketahui bahwa seorang anak bukan hanya memerlukan kebutuhan jasmani saja seperti uang untuk membeli mainan dan makanan, sekolah di tempat yang bergengsi, dan pakaian yang mahal. Tetapi, ada kebutuhan lain yang dapat memberikan hidup anak akan menjadi lebih berarti. Kebutuhan tersebut adalah terpenuhinya kebutuhan rohani seperti kasih sayang, cinta, perhatian, dan pujian terutama dari orang-orang terdekatnya, terutama orang tua.

 

Kita setuju bahwa rumah (keluarga) merupakan sekolah pertama bagi anak. Tempat dimana seorang anak pertama kali mendapatkan pelajaran tentang bagaimana ‘hidup’. Orang tua adalah guru pertama yang mengajarkan dan membimbing anak bagaimana berperilaku baik. Untuk itu, ada beberapa unsur pokok yang perlu orangtua lakukan agar mudah dalam mendidik anak supaya berperilaku baik, yaitu memberikan kasih sayang, bersikap sabar, dan memberikan tauladan (Mahmud Al-Khal’wi dan Muhammad Said Mursi 2007):

a. Cinta dan kasih sayang.
Pemaksaan dan kekerasan bukan merupakan cara yang baik dalam mendidik anak. Tindakan orang tua tersebut tidak akan mampu menyelesaikan masalah yang terjadi, justru sebaliknya. Pemaksaan atau kekerasan yang dilakukan oleh orang tua sebagai cara untuk mendidik anak dapat mendorong timbulnya masalah baru dalam diri anak. Anak akan mengalami luka batin atau berperilaku keras dan kasar karena ia akan menganggap bahwa kekerasan dan pemaksaan adalah cara biasa untuk menyelesaikan masalah.

 

Sebagai orang tua yang mendambakan anaknya memiliki perilaku terpuji, hendaklah orangtua tersebut mendidiknya dengan penuh kelembutan, cinta dan kasih sayang. Berikanlah sesuatu yang terbaik kepada anak, sehingga suatu saat nanti iapun akan mampu memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya, termasuk kepada orangtuanya. Seorang anak akan mampu memberikan cinta, kasih sayang dan kelembutan jika ia memiliki semua itu.

 

Orang tua yang memberikan segudang cinta kepada anak akan mampu membuat anak menjadi ’jatuh cinta’ kepada orang tuanya. Kita semua tentu setuju bahwa jika seseorang telah jatuh cinta maka ia akan melakukan segalanya untuk membahagiakan orang yang dicintainya, begitu juga pada anak. Anak yang mencintai orang tuanya akan selalu mendengarkan kata-kata mereka dan tidak melakukan sesuatu yang akan mengecewakan orang tuanya.

b. Kesabaran.
Pada umumnya sebuah proses yang dilakukan dengan tergesa-gesa akan sulit untuk menghasilkan sesuatu yang maksimal. Contohnya, ketika seorang ibu membuat sebuah kue ulang tahun. Kue yang dibuat sang ibu tersebut bila dilakukan dengan tergesa-gesa dapat menimbulkan beberapa kemungkinan yang membuat tampilan, rasa ataupun warna makanan boleh jadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

 

Hal di atas mungkin tidak akan jauh berbeda hasilnya jika orang tua membesarkan anak dengan sikap tidak sabar (terburu-buru). Mendidik, merawat dan membimbing anak selain perlu waktu tentunya memerlukan kesabaran dari pendidiknya, yaitu orangtua. Proses membesarkan anak tidak mungkin dapat dilakukan dengan instan. Ada hal-hal tertentu yang memerlukan kesabaran dalam melaksanakannya, seperti pada saat orang tua menghadapi anak yang melakukan kesalahan atau ketika orang tua sedang menerapkan sikap disiplin kepada anak. Tindakan menasehati, membimbing dan mengarahkan anak selain memerlukan ilmu dan keterampilan juga diperlukan sebuah kesabaran. Sering kali orang tua perlu mengingatkan, menasehati dan memberikan contoh berulang. Untuk itu, jika orang tua tergesa-gesa dalam bertindak kemungkinan masalah yang terjadi bukannya cepat selesai tetapi sebaliknya akan menimbulkan masalah baru seperti orang tua dan anak mengalami stres dan salah faham.

 

c. Teladan yang baik
Pada dasarnya semua anak suka meniru. Salah satu bentuk perilaku yang ia miliki sebagian besar diperolehnya dengan cara mencontoh dari orang-orang yang berada di dekatnya. Oleh sebab itu, orang tua dan anggota keluarga lainnya perlu berhati-hati dalam bersikap dan bertindak terutama ketika sedang berada di dekat anak.
Anak belajar dari apa yang diperlihatkan kepadanya, baik dengan sengaja maupun tidak. Orangtua tidak mungkin mengharapkan anaknya untuk tidak berbohong jika dalam berbicara orangtua tersebut selalu berbohong. Begitu juga dalam hal menanamkan perilaku terpuji pada anak, seperti sikap sabar, disiplin dan bertanggung jawab perlu sebuah tauladan dari orangtua kepada anaknya. [yer]

“Tips Agar Anak Mampu Berperilaku Terpuji” 7 Komentar

  1. untuk langkah singkatnya bagaimana ya?

    • Error: Unable to create directory /var/www/html/anakhebat/wp-content/uploads/2014/12. Is its parent directory writable by the server? Yusi Elsiano Rosmansyah says:

      Untuk langkah singkatnya, sebagai orangtua tentu sangat penting untuk selalu berperilaku baik, hal ini supaya anak pun dapat mencontoh. Selain itu, tanamkan pada diri kita sebagai orangtua untuk tetap bersikap sabar ketika mengajarkan, membimbing dan mengasuh buah hati kita melakukan hal-hal positif dan baik. Janganlah mengharapkan segala sesuatu berubah dengan instan..segala sesuatu untuk menjadi lebih baik perlu bertahap dan dicoba hingga beberapa kali…

      Demikian jawaban singkat dari saya, Semoga dapat membantu dan bermanfaat ya..

  2. igna alpian mediliani says:

    hehehe
    klo aku suka minta ajah di turutin terus itu salah gx yah

  3. fajri says:

    sebaik baik pelajaran adalah teladan yang baik….
    buku islami

  4. Eko mugi hartono says:

    Sangat bermanfaat

    • Error: Unable to create directory /var/www/html/anakhebat/wp-content/uploads/2014/12. Is its parent directory writable by the server? Yusi Elsiano Rosmansyah says:

      Alhamdulillah….Terima kasih pak Eko untuk apresiasinya

    • Error: Unable to create directory /var/www/html/anakhebat/wp-content/uploads/2014/12. Is its parent directory writable by the server? Yusi Elsiano Rosmansyah says:

      Alhamdulillah….Terima kasih pak Eko untuk apresiasinya…

Berikan Komentar


Dua Buku Fahma+Hania Bikin Animasi&Game Telah Terbit

Bagi Pembaca dan Putra-Putrinya yang jauh dari SKACI, silakan bisa belajar mandiri dengan menggunakan buku ini:
* Foto Dua Buku dan Lokasi SKACI Bandung Dago di Peta
* Informasi mengenai Buku dari Penerbit
rss
rss

Hak cipta semua artikel di web ini adalah milik Yusi Elsiano Rosmansyah, kecuali jika ada penulis lain, namanya akan ditulis secara eksplisit di artikel terkait. Jika Pembaca ingin menggunakan artikel-artikel ini untuk tujuan sosial atau nirlaba (misalnya, buletin yayasan, studi kasus), saya hanya mohon SATU etika akademis saja, yaitu: "CANTUMKAN NAMA PENULIS (Yusi Elsiano Rosmansyah) DAN ALAMAT WEB INI (www.PerkembanganAnak.com)". Mari kita sebarluaskan dan amalkan ilmu pengetahuan dengan bijaksana.