• SKACI

    Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia

    Bermain adalah hak anak. Membuatnya hebat dan berprestasi adalah kewajiban orangtua. Membimbing anak bermain agar jadi jago IT/Komputer adalah tugas kami

    Buton

  • Fahma-Hania

    Karya-karya Fahma-Hania

    Aplikasi-aplikasi buatan Fahma-Hania


    Buton

  • SiGokil

    Capture beautiful moments, interesting sights, something weird, accidents, crimes, or just yourself and share from your exact position. Sell or find stuff near you, and bid or offer using this app. Track your children, spouse, even your vehicles

    Buton

  • SiGokil Solutions

    Give implementable mobile solutions to accommodate the needs of mobile reporting, mobile surveying, mobile monitoring, mobile tracking, and back-end analyzing, to improve efficiency and effectiveness

    Buton

  • ACI Corporation

    Attentive Creations International is a mobile and web applications developer. We develop perfection in all applications we built. We have been the biggest part of industries solutions.

    Buton

4
Nov23

Setiap anak adalah unik, termasuk juga sikap atau perilakunya. Antara anak yang satu dengan yang lainnya selalu ada perbedaan. Ada yang cenderung pendiam, ada yang susah diatur dan ada juga yang suka membantah. Menghadapi perilaku anak seperti itu tentu bukan hal yang mudah, orangtua perlu lebih sabar.

 

Ilustrasi: www.123rf.com

Perilaku anak yang sulit diatur, suka membantah dan sulit dinasehati sering membuat orangtua merasa frustrasi. Mereka tidak tahu harus menggunakan cara seperti apa lagi untuk mendidik anak. Berbagai cara sudah mereka lakukan, mulai cara halus dengan menasehati dan memperingatkannya berulang-ulang, hingga cara kasar (menjewernya, mencubit, atau bahkan kadang-kadang orangtua memukulnya). Tetapi sayang, perilaku anak kadang sulit berubah. Ketika orangtua menasehatinya, anak tampak mendengarkan, tetapi kenyataannya banyak anak yang seolah-olah mendengarkan padahal sebenarnya tidak (apa yang dikatakan orangtuanya masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri).

 

Ketika anak tidak dapat diajak ‘kompromi’, selalu membantah jika diberi tahu. Misalnya harus menggosok gigi sebelum tidur, tidak boleh menahan-nahan pipis, atau selalu menolak jika diminta membereskan bekas mainnya, orangtua dapat memberikan suatu hukuman padanya.

 

Memberi hukuman kepada anak tentu perlu pertimbangan yang baik, hal ini supaya tidak meninggalkan efek negatif. Berikan hukuman sesuai dengan kemampuan anak dan tidak menimbulkan risiko fatal. Misalnya, menghindari menghukum anak dengan tidak memberi bekal uang jajan sekolah secara berlebihan, misalnya lebih dari satu hari. Hukuman seperti itu tidak bijaksana, sebab kondisi yang sulit sering mendorong anak melakukan suatu hal yang bukan saja dapat merugikan orang lain, tetapi juga dirinya dan orangtua. Pada kondisi terpaksa bukan hal yang tidak mungkin anak mengambil uang atau barang milik orang lain.

 

Menghukum anak dapat dilakukan dengan cara lain yang lebih bijaksana. Misalnya, orangtua dapat memberikan hukuman kepada anak dengan cara mengurangi hal-hal yang berhubungan dengan kesenangannya. Untuk anak yang suka menonton TV, orangtua dapat memberikan aturan sebagai hukuman dengan cara membolehkan anak menonton TV lagi apabila telah selesai merapikan bekas mainnya atau ketika ia sudah menyelesaikan makan malamnya.

 

Ada hal penting yang perlu orangtua ingat, tujuan memberikan hukuman kepada anak adalah supaya ia bisa merenungi dan tidak mengulangi lagi kesalahan yang pernah ia lakukan . Jika orangtua langsung marah-marah, membentak, memukul atau menghukum anak ketika ia melakukan suatu kesalahan atau tidak patuh pada orangtua, anak tidak memiliki kesempatan untuk merenung. Mungkin anak tidak mengerti mengapa ia dibentak- bentak dan dihukum.

 

Hukuman akan lebih efektif  jika diberikan secara proporsional dan bijaksana. Berikanlah hukuman sesekali saja hanya untuk masalah yang sangat serius. Hindarkanlah menghukum anak apalagi untuk masalah -masalah kecil, hal tersebut dapat menimbulkan rasa marah dan sikap tidak hormat pada orangtua. Jika orangtua sering memberikan hukuman pada anak, lambat laun tindakan orangtua tersebut dapat menimbulkan ikatan antara anak dengan orangtua akan menjadi terputus (Jacob Azerrad:2005). ( yer )

“Menghukum Anak” 4 Komentar

  1. m4sm4n says:

    saya setuju mbk..thanks

  2. Yusi Elsiano Rosmansyah Yusi Elsiano Rosmansyah says:

    Terima kasih untuk komentarnya dan sudah singgah di blog ini…

  3. prima says:

    artikel ok, bisakah dibahas lebih detail lagi per usia perkembangan? karena mengatasi anak pasti sesuai tahap perkembangannya. supaya kami bisa lebih pas cara pendekatannya.

    • Yusi Elsiano Rosmansyah Yusi Elsiano Rosmansyah says:

      Terima kasih untuk apresiasinya….
      Di blog ini saya sudah mengelompokkan artikel berdasarkan usia anak, Ibu/Bapak dapat memilihnya di kolom ‘Kategori’ yang ada di bagian sebelah kanan layar. Selamat membaca…

Berikan Komentar


Dua Buku Fahma+Hania Bikin Animasi&Game Telah Terbit

Bagi Pembaca dan Putra-Putrinya yang jauh dari SKACI, silakan bisa belajar mandiri dengan menggunakan buku ini:
* Foto Dua Buku dan Lokasi SKACI Bandung Dago di Peta
* Informasi mengenai Buku dari Penerbit
rss
rss

Hak cipta semua artikel di web ini adalah milik Yusi Elsiano Rosmansyah, kecuali jika ada penulis lain, namanya akan ditulis secara eksplisit di artikel terkait. Jika Pembaca ingin menggunakan artikel-artikel ini untuk tujuan sosial atau nirlaba (misalnya, buletin yayasan, studi kasus), saya hanya mohon SATU etika akademis saja, yaitu: "CANTUMKAN NAMA PENULIS (Yusi Elsiano Rosmansyah) DAN ALAMAT WEB INI (www.PerkembanganAnak.com)". Mari kita sebarluaskan dan amalkan ilmu pengetahuan dengan bijaksana.